UREPORT

Sajian Serba Panggang di Nuri's Warung

Menu serba panggang di Nuri's Warung membuat pengunjung rela antri dan berdesakan.

Selasa, 27 Januari 2009, 14:59 Nenden Novianti
Naughty Nuri's Warung Ubud
Naughty Nuri's Warung Ubud (VIVAnews/Nenden Novianti)

VIVAnews –  Ubud Bali, salah satu pusat berkumpulnya para seniman yang menangguk inspirasi untuk berkarya. Tak heran bila para seniman dari berbagai belahan bumi senang diam berlama-lama di Ubud, yang menyajikan sejuta pesona dalam keheningan yang memikat. Berbeda dengan Kuta yang menawarkan kemeriahan pesta dan hiruk pikuk. Ubud menjanjikan ketenangan yang didambakan manusia-manusia yang ingin rehat.

Selain sederet galeri yang mengundang untuk ditengok, dan sawah-sawahnya yang menyejukkan mata, Ubud juga memanjakan lidah dengan beragam menu. Dalam kunjungan akhir pekan lalu ke Ubud, saya memutuskan untuk kembali mencicipi lezatnya sosis home made di Naughty Nuri’s Warung.

Warung milik Mbak Nuri asal Yogya ini memang selalu penuh. Apalagi saat jam makan siang seperti saat saya tiba bersama dua orang rekan. Kami harus menunggu agak lama untuk mendapatkan meja. Wajah-wajah Asia seperti Jepang, China, Korea, turis lokal hingga bule memadati warung Nuri yang tak seberapa luas ini. Hidangan yang disajikan Mbak Nuri memang bisa dinikmati orang dari berbagai bangsa.

Semua datang untuk menyantap menu andalan Nuri’s Warung, sosis home made dan iga babi panggang. Untuk pengunjung yang tak makan babi, tersedia menu steak beef tenderloin, hotdog, hamburger, spagheti dan nasi campur. Harganya pun benar-benar harga warung, alias tak menguras isi kantong.

Seporsi iga babi panggang yang mengenyangkan Rp.60 ribu, sosis home made ukuran jumbo itu Rp.30 ribu, minuman rata-rata Rp.6000 hingga Rp.10 ribu. Untuk ukuran Bali, harga di Nuri’s Warung sangat terjangkau.

Panggangan yang ditaruh di muka warung selalu mengepulkan asap yang mengundang selera. Tak heran bila orang datang dan pergi meski harus parkir kendaraan agak jauh.

Setelah mendapat meja pun harus rela berdesakkan dengan para pengunjung lain. Keringat pun dijamin mengucur deras, melahap hidangan di tengah ruangan yang sesak oleh berbagai memorabilia, beratap asbes, dan tak berpendingin udara itu. 

Dinding Nuri’s Warung dipenuhi beragam poster, foto, klipingan media, kaos jualan, dan beragam ornamen, yang menandai perjalanan sejarah warung yang berdiri sejak tahun 1995 ini.

Di salah satu dinding, saya menemukan kliping tulisan soal warung ini di harian The New York Times, yang berjudul Go Grill. Sekarang saya tahu, mengapa warung ini begitu terkenal dan didatangi orang dari mana-mana.Rupanya media internasional sudah pernah menulis soal keunikan Nuri’s Warung.

Bila sedang jalan-jalan ke Ubud, dan menyukai hidangan barbeque, jangan lupa mampir ke Naugty Nuri’s Warung yang beralamat di Jl.Raya Sanggingan Kedewatan Ubud. Pastikan anda datang antara pukul 10 pagi dan 9 malam.  Siap-siap sabar mengantri dan pulang kekenyangan sebagai imbalannya.

• VIVAnews

© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
TENTANG U-REPORT
Semua isi materi baik berupa teks, foto dan video yang dimuat oleh U Report adalah tanggung jawab pengirim sepenuhnya. Redaksi berhak mengedit materi sepanjang tidak mengubah isi dan substansi.

Kami adalah portal berita, dan melalui kanal ini, ingin mengajak anda terlibat dalam proses penciptaan berita. Peristiwa terjadi setiap saat, dan karena itu pasti lebih banyak berita di sekitar kita dari apa yang terlihat di media, baik cetak maupun elektronik.

Anda boleh berbagi cerita yang tak biasanya kita baca atau tonton. Cerita yang kuat, menarik, penting, dan bersifat mendesak dari anda, sangat mungkin menjadi salah satu headline di VIVAnews.

Selamat berbagi cerita.